Kembangkan Kerapu Keramba Sebagai Komoditas Penghasil ‎Devisa

0
279

 

Satelit9.Com – Tuban; Bumi Wali sebutan kabupaten Tuban saat ini. Dengan Letak astronomi pada koordinat 111o 30′ – 112o 35 BT dan 6o 40′ – 7o 18′ LS. Panjang wilayah pantai 65 km. Ketinggian daratan bekisar antara 0 – 500 mdpl. Tentu tidak salah jika peningkatan dan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir (nelayan)  patut mendapat perhatian serius. Dengan bermodal laut sebagai lahan untuk membuka usaha budidaya ikan yang mudah dan luas.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban  Dr. Ir. M.Amenan, M.T. menyebutkan bahwa Potensi budidaya kerapu keramba apung yang dikembangkan dinasnya memiliki potensi yang bagus, dia menjelaskan dari modal keramba apung senilai 300 juta rupiah yang terbagi dalam 8 Petak, yang efektif dipakai 7 petak, sedangkan1 petak lainnya digunakan untuk proses sortir dan pemisahan bibit yang mana setiap petak dapat menampung 400-500 bibit kerapu dengan masa pemeliharaan 6-7 bulan dapat mengasilkan kurang lebih 140 Kwintal dengan asumsi harga 85 ribu/Kg maka akan mendapatkan nilai kotor sekitar 120 juta rupiah. Adapun untuk biaya pemeliharaan dan operasional berkisar 50-60 Persen.

Baru baru ini Rabu (26/12/2018), Bupati Tuban, KH.Fathul Huda bersama Istri melakukan peninjauan perkembangan dan melaksanakan panen budidaya ikan kerapu keramba apung (Kejapung) di lepas pantai Kecamatan Bancar. Dalam sambutannya orang nomor satu di Bumi Wali itu berharap pejabat terkait untuk selalu berinovasi dan berkolaborasi dengan nelayan untuk selalu mengembangkan budidaya ikan kerapu agar bisa menjual Ikannya menembus pasar luar negeri. Menurut Mustasyar PCNU Tuban itu teknik budidaya ikan  keramba jaring apung bisa dilakukan dengan cara sederhana dan bisa dilakukan semua nelayan sehingga Tuban bisa menjadi pengekspor Ikan Kerapu.

Pengembangan Budidaya ikan Kerapu (Groupe/Trout) dengan keramba jaring apung (Kejapung) menjadi alternatif untuk mengatasi kendala peningkatan produksi perikanan laut. Yang paling penting dengan pengembangan usaha ini adalah, bahwa harga jual produksi dari tahun ke tahun semakin baik dan sangat prospektif. Selain itu dengan teknologi budidaya karamba ini, produksi ikan dapat dipasarkan dalam keadaan hidup, dimana untuk pasaran ekspor ikan hidup nilainya lebih mahal hingga mencapai 10 kali lipat dari pada ekspor ikan fresh.

Ikan kerapu merupakan salah satu komoditi perikanan yang pasaran ekspornya cukup menonjol, sehingga selama sekitar 10 tahun terakhir telah berkembang cukup pesat. Karena besarnya permintaan pasaran internasional, menyebabkan munculnya inisiatif masyarakat untuk mengembangkan usaha ikan kerapu dengan cara budidaya kajapung selain dengan mengusahakan secara tradisional yaitu dengan penangkapan di alam. Walaupun aspek pemasaran ikan kerapu secara statistik, baik kualitas maupun kuantitasnya yang diperdagangkan di dalam negeri maupun pasar ekspor, belum dapat diketahui secara rinci, namun berdasarkan total permintaan global pasaran dunia tampak bahwa sampai saat ini potential demand masih belum dapat dipenuhi oleh negara-negara produsen (terutama dari ASEAN). (IR)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here