TERNYATA KHITAN BERMANFAAT UNTUK SEMUA ‎

0
249

Satelit9.com – Tuban; Netizen yang berbahagia, Menurut bahasa, khitan berasal dari bahasa arab yaitu “khatnun yang berarti “memotong”. Menurut istilah, “khitan” adalah membuka atau memotong kulit (quluf) yang menutupi ujung kemaluan dengan tujuan agar bersih dari najis,  yang merupakan timbulnya konsekuensi hukum-hukum syara.

Definisi khitan menurut Imam al-Mawardi antara lain; Khitan adalah pemotongan kulit yang menutupi kepala penis (khasafah), yang baik adalah mencakup memotongan pangkal kulit dan pangkal kepala penis (khasafah), minimal tidak ada lagi kulit yang menutupinya.

Bahkan secara spesifik, beberapa ulama membagi khitan menjadi 2 jenis, yaitu I’dzar dan Khafdh. Menurut Imam Nawawi, bahwa I’dzar itu khitan untuk laki – laki. Dan Khafdh itu hanya khitan khusus wanita.

Selain sebagai bentuk ketaatan terhadap pelaksanaan dan syariat ajaran Islam, ternyata khitan memiliki banyak manfaat. Berikut lima manfaat khitan sebagaimana dikutip dari buku Hukum dan Panduan Khitan: Laki-laki dan Perempuan.

Pertama, khitan membawa kebersihan dan keindahan. Bagi laki-laki, khitan berarti memotong kulup. Jika mereka tidak dikhitan, maka kulupnya akan tetap ada. Padahal kulup adalah kulit yang menutupi kepala penis dan menjadi tempat berkumpulnya kotoran dari keringat atau pun sisa air kencing. Oleh sebab itu, selain bisa menimbulkan bau yang tidak enak, kulup juga berpotensi meningkatkan smegma (cairan pelumas putih). Jika smegma tidak dibersihkan maka lama-lama itu bisa menyebabkan phimosis (kulup menempel pada kepala penis dan susah untuk ditarik kembali. Hal yang sama juga terjadi pada perempuan, dimana biasanya smegma menempel pada bagian klitoris atas.

Kedua, menjaga diri dari najis. Sebagaimana yang disebutkan di atas, biasanya sisa-sisa air kencing tersisa di kulup. Apabila kulup tersebut diangkat, maka tidak ada tempat lagi bagi sisa air kencing untuk tetap ada.

Ketiga, membantu kelancaran buang air kecil. Sebagian anak kecil memiliki saluran lubang kencing yang terlalu kecil. Bahkan tidak sedikit lubang yang terlalu kecil itu tersumbat dengan kulup yang menutupi ‘burungnya’. Oleh sebab itu, khitan atau memotong kulup bisa membantu memperlancar buang air kecil.

Keempat, menstabilkan hawa nafsu dan syahwat. Menurut Ibnu al-Qayyim al-Jawziyyah, orang yang tidak dikhitan cenderung susah merasa puas dalam berhubungan badan dengan pasangannya. Bahkan, Su’dan menegaskan kalau syahwat seseorang, baik laki-laki atau pun perempuan, akan mudah dikendalikan dan dikontrol manakala mereka dikhitan.

Terakhir, menjaga diri dari penyakit. Ada banyak penelitian yang menyebutkan kalau ‘burung’ yang tidak dikhitan mudah terserang penyakit kelamin seperti kencing nanah, sipilis, dan lainnya. Penyakit-penyakit itu biasanya muncul karena bakteri, kotoran, dan jamur mengendap di kulup. Dengan demikian, memotong kulup berarti menghilangkan tempat bersemainya penyakit. Wallahu A’lam bis showab

 

(Khodimul Masjid  Abu Haidar)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here